Gempa NTT Ganggu 91 BTS XLSmart di Empat Kabupaten

Gempa NTT mengganggu 91 BTS XLSmart di empat kabupaten. Tim teknis dikerahkan untuk memulihkan konektivitas jaringan

Gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) berdampak terhadap infrastruktur telekomunikasi di sejumlah wilayah. Operator seluler XLSmart melaporkan sedikitnya 91 Base Transceiver Station (BTS) milik perusahaan mengalami gangguan akibat dampak gempa.

Gangguan tersebut menyebabkan penurunan kualitas jaringan dan kendala sinyal di sejumlah wilayah NTT. XLSmart menyatakan telah melakukan pemantauan terhadap kondisi jaringan untuk mengetahui tingkat kerusakan serta menentukan langkah pemulihan yang diperlukan.

"XLSmart menyampaikan keprihatinan atas peristiwa gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kami berharap masyarakat yang terdampak senantiasa dalam kondisi aman," ujar Reza dalam pernyataan resminya, Minggu (16/8/2026).

Berdasarkan pemantauan awal tim internal XLSmart, getaran gempa berdampak terhadap operasional puluhan menara pemancar yang tersebar di sejumlah wilayah. Gangguan pada BTS berpotensi memengaruhi kualitas layanan komunikasi dan akses internet seluler masyarakat.

Empat kabupaten teridentifikasi menjadi wilayah yang mengalami gangguan jaringan, yaitu Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, Kabupaten Flores Timur, dan Kabupaten Lembata.

91 BTS XLSmart Mengalami Gangguan

Gangguan terhadap 91 BTS tersebut menjadi salah satu dampak gempa terhadap infrastruktur telekomunikasi di NTT. BTS merupakan bagian penting dari jaringan seluler karena berfungsi menghubungkan perangkat pelanggan dengan jaringan operator.

Kerusakan atau gangguan operasional pada BTS dapat menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan sinyal, penurunan kualitas panggilan, hingga gangguan akses layanan data internet.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jaringan telekomunikasi memiliki peran penting dalam situasi pascabencana. Selain digunakan masyarakat untuk berkomunikasi dengan keluarga, layanan seluler juga dibutuhkan untuk mendukung koordinasi petugas, penyampaian informasi, serta berbagai aktivitas penanganan keadaan darurat.

XLSmart terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jaringan di wilayah yang terdampak. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan gangguan sekaligus memastikan proses pemulihan dapat dilakukan berdasarkan kondisi di lapangan.

Tim Teknis XLSmart Diterjunkan

Untuk mempercepat proses pemulihan jaringan, XLSmart telah mengerahkan tim teknis ke sejumlah lokasi terdampak gempa. Tim tersebut bertugas melakukan pengecekan terhadap infrastruktur telekomunikasi, mengidentifikasi sumber gangguan, serta menjalankan langkah perbaikan secara bertahap.

Proses pemulihan jaringan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan akses menuju lokasi BTS. Situasi pascagempa dapat membuat sejumlah wilayah lebih sulit dijangkau sehingga proses pemeriksaan dan perbaikan infrastruktur membutuhkan penyesuaian.

Tim teknis perlu memastikan kondisi infrastruktur aman sebelum melakukan pekerjaan pemulihan. Selain kerusakan pada perangkat jaringan, kondisi lingkungan di sekitar menara juga menjadi faktor yang harus diperhatikan untuk menjaga keselamatan petugas.

XLSmart menyatakan proses pemulihan konektivitas akan terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi dan tingkat gangguan di masing-masing lokasi.

Keselamatan Jadi Prioritas

Di tengah upaya mempercepat pemulihan layanan telekomunikasi, XLSmart menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan petugas menjadi prioritas utama.

"Keselamatan masyarakat dan tim yang bertugas di lapangan menjadi prioritas utama XLSmart selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung," tegas Reza.

Prioritas terhadap keselamatan tersebut menjadi penting karena proses perbaikan dilakukan di wilayah yang baru saja mengalami gempa. Tim teknis harus mempertimbangkan kondisi bangunan, menara telekomunikasi, akses jalan, serta potensi risiko lain yang mungkin muncul setelah gempa.

Dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, proses pemulihan jaringan dilakukan secara bertahap. Perusahaan tetap berupaya mengembalikan layanan secepat mungkin tanpa mengabaikan kondisi keamanan di lokasi terdampak.

Pemulihan Konektivitas Dilakukan Bertahap

XLSmart memastikan pemantauan kondisi jaringan di wilayah terdampak gempa NTT akan dilakukan secara berkala. Perusahaan akan melihat perkembangan kondisi infrastruktur dan kualitas layanan untuk menentukan langkah pemulihan selanjutnya.

Pemulihan jaringan telekomunikasi di daerah bencana tidak hanya bergantung pada kondisi perangkat BTS, tetapi juga akses menuju lokasi dan kesiapan infrastruktur pendukung. Karena itu, penanganan gangguan dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing titik.

Perusahaan juga berkomitmen menyampaikan perkembangan proses perbaikan secara transparan. Informasi terbaru mengenai kondisi jaringan dan progres pemulihan akan diberikan seiring dengan pelaksanaan pekerjaan teknis di lapangan.

Gangguan terhadap 91 BTS XLSmart menunjukkan bagaimana bencana alam dapat berdampak langsung terhadap infrastruktur komunikasi. Di tengah kondisi tersebut, keberadaan jaringan telekomunikasi menjadi semakin penting untuk membantu masyarakat dan petugas tetap terhubung.

Dengan pengerahan tim teknis dan pemantauan jaringan secara berkala, XLSmart berupaya memulihkan konektivitas di Kabupaten Ende, Sikka, Flores Timur, dan Lembata. Proses perbaikan akan terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan sekaligus menyesuaikan kondisi geografis dan akses di wilayah terdampak gempa.

Baca juga :