Smartfren meraih skor tertinggi dengan 62 479 nPoints dan mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin jaringan seluler Indonesia tahun ini. Operator ini memimpin pada Latensi (ms) dengan 42,68 ms — waktu respons terbaik di seluruh sektor — serta pada Penjelajahan Web (%) dengan 59,65%. Pada segmen 4G, Smartfren mengkonfirmasi dominasinya dengan memimpin Bitrate unduhan (Mb/s) di 28,48 Mbps, Latensi (ms) di 43,07 ms, Penjelajahan Web (%) di 59,21%, dan Youtube streaming (%) di 69,06%.
XL Axiata menyusul dengan skor 57 669 nPoints dan menunjukkan kekuatan khusus pada metrik kecepatan. Operator ini mencatat Bitrate unduhan (Mb/s) tertinggi di seluruh sektor yaitu 35,49 Mbps secara keseluruhan, serta memimpin pada Bitrate unggahan (Mb/s) di 15,11 Mbps dan Youtube streaming (%) di 70,24%. Namun, Latensi (ms) sebesar 61,88 ms menempatkannya di posisi terakhir pada indikator responsivitas ini, menjadi faktor pembatas untuk mengejar posisi teratas.
Telkomsel melengkapi tiga besar dengan skor 56 495 nPoints, ditopang oleh hasil Youtube streaming (%) yang kuat di 71,47% secara keseluruhan — tertinggi di antara semua operator. Pada segmen 4G, operator ini juga memimpin Bitrate unduhan (Mb/s) di 29,13 Mbps, meski Penjelajahan Web (%) sebesar 50,34% secara keseluruhan masih perlu ditingkatkan.
IM3 menempati posisi keempat dengan skor 55 636 nPoints, hanya terpaut tipis dari Telkomsel. Operator ini mencatat hasil kompetitif pada Youtube streaming (%) baik secara keseluruhan (71,09%) maupun pada 4G (70,40%), namun Bitrate unduhan (Mb/s) sebesar 25,96 Mbps secara keseluruhan menjadi indikator yang paling perlu ditingkatkan untuk naik peringkat di edisi mendatang.
Pengukuran didasarkan pada tes yang dilakukan melalui aplikasi nPerf di Android dan iOS.